Selasa, 30 September 2014
02142. PEMILIK PROYEK :
SIAPA PEMILIK PROYEK DIA YANG KENA CAKAR :
Diakhir tahun 1972 pula saya sering mendengar banyak Harimau kena jerat, dibukit sebelah dibawah pemandian dapat satu ekor lumayan besar, rupanya ini yang sering ngintip waktu kita mandi dimata air.
Yang paling besar dapat didekat mulut terowongan jalan kereta api, panjangnya hampir mencapai dua meter, tentu harga kulitnya sangat mahal.
Orang kampong tergopoh-gopoh minta tolong kepada polisi, temannya sewaktu memeriksa jerat menemukan Harimau sedang mencengkeram batang pohon, saat didekati Harimau itu menerkam temannya.
Luka parah dicabik-cabik cakar Harimau, rupanya tali jerat kaki depan meleset yang berfungsi baik hanya tali jerat kaki belakang, ketika kaki belakang tertarik keatas pohon, kedua kaki depan Harimau sempat mencengkram batang pohon.
Saat pemilik "proyek jerat" datang mengontrol, kedua kaki depan Harimau bebas pula mencakar, "siapa pemilik proyek jerat dia yang kena cakar".
Secara teknis tali jerat seling baja diameter lima mili meter seharusnya menjerat kaki depan dan belakang, terserah mau sepasang atau sebelah sudah aman, rupanya posisi Harimau yang salah, hanya kaki belakang yang kena.
Akhirnya Harimau mati diberondong peluru polisi sehingga kulitnya tidak laku dijual, pimpronya luka parah masuk rumah sakit, sangat berbahaya dan sia-sia menyakiti Harimau.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar