Jumat, 31 Oktober 2014

03223. Migrasi udang.

UDANG BAKAR PADANG GUCI : 03223. MIGRASI UDANG : Hujan mulai reda tinggal gerimisnya, saya membuat api ungun dari kayu bakar yg berserak dipinggir kali. Api ungun membesar saya memperhatikan air sungai, banjir cukup besar muka air sungai hanya 0,50 meter dari bibir tebing. Saya jongkok sambil memperhatikan bibir air menjilati tebing tanah, ada yg merayap kelihatan waktu jilatan air sedang surut, ternyata udang, udang buanyaaaak merayap didinding tebing menuju kehulu melawan arus air banjir yg deras mengalir kelaut. Rupanya udang yg sedang migrasi utk bertelur dihulu, dihadang air banjir, mereka menyebar dan merapat kedinding tebing dan ketemu saya yg lagi jongkok. Saya lari kewarung melihat tangguk tergantung didinding, saya pinjam pak, ya..ya pak, kemudian tangguk digarukan kedinding tebing, benar saja tiap garukan dapat 4/5 ekor udang se-besar2 ibu jari. Menggaruk dinding tebing dilanjutkan teman yg lain, saya menusuk udang dlm tiiran ditaburi garan dan dibakar diapi ungun. Udang bakar merah dan manis setiap tanggokan satu tiiran. Alhamdulillah sore itu perut kenyang makan udang bakar Padang Guci yg lagi banjir.

03222. Paha siapa.

UDANG BAKAR PADANG GUCI : 03222. PAHA SIAPA : Sampai di Padang Guci menjelang magrib tukang tambang sdh pulang tapi warung masih buka, tak lama turun hujan lebat sekali. Air sungai pelan2 berubah warna menjadi keruh dan banjir, tapi tebing disini cukup tinggi sehingga aman utk menginap. Setelah mempersiapkan tempat tidur dipojok warung datang bapak2 membawa paha sapi baru dipotong, dia bingung daging tak bisa nyebrang. Kalau bermalam dan besok baru nyebrang daging tdk dibeli orang, ahirnya dpt jln keluar daging direbus diair mendidih yg sengaja disiapkan tukang warung, daging aman sampai besok.

03221. Dipereteli.

UDANG BAKAR PADANG GUCI : 03221. DIPERETELI : Waktu kembali dari Bintuhan hari sudah sore, sampai disungai Kinal masih sempat nyembarang pakai rakit, sungai ini aliran airnya lebih tenang dan dangkal berbatu koral airnya bening, rakit bisa menyebrangkan kendaraan sampai sore hari. Muara sungai kelihatan dihilir kira2 500 meter suara deburan ombak masih terdengan dg jelas, tapi arus pasang surut tdk sampai kesini krn perbedaan muka air sungai dan muka laut pasang masih beberapa meter. Turun dari rakit kendaraan meyusuri jln darurat membelah bukit berhutan lebat, jln mendaki hampir tegak terdiri dari tanah cadas sepanjang 500 meter. Masuk jalur jln sebenarnya relative datar dan sdh dibatu tapi belum digilas, krn mesin gilasnya blm bisa nyebrang di Padang Guci, sdg dipereteli disebrangkan bagian per bagian.

03217. Buat rakit lagi dah.

PENYEBRANGAN PADANG GUCI : 03217. BUAT RAKIT LAGI DAH : Kalau dilihat dari prosesnya rakit ini bukan menyeberangkan saja tapi juga menghanyutkan penumpang, tapi posisinya tepat didermagaan , bayarannya mahal karena penghela tali jumlahnya tak kurang dari 20 orang ditambah petugas yg lainnya. Jumlah trip penghanyutan juga terbatas dari jam 9.30 sanpai jam 15.30 sore, jadi maksimal 6 riit. Ada lebihnya lagi masa pakai rakit ini relativ pendek, bukan karena rusak tapi karena seringnya hanyut kesamudera Hindia dibawa banjir sungai Padang Guci, buat rakit lagi dah.

Jumat, 10 Oktober 2014

03216. ALAM YANG TERPELIHARA.


Jeep kami baru sampai diseberang setelah hampir jam 12.00 siang. Ada untungnya arus air makin siang makin kecil bersamaan dg naiknya mata hari, tetapi bersamaan dg matahari condong kebarat arus air padang Guci juga kembali naik. Sampai akhirnya penyebrangan berhenti jam 3.30 sore, karena arus air sudah kembali deras sampai jam 9.30 siang besok.

Ajaib juga arus air sungai Padang Guci ini, seperti bernafas senada dg helaan  nafas sinar mata hari. Uap air yg terhisap matahari diareal hutan Bukit Barisan hulu sungai Padang Guci, kira2 sama dg separuh aliran air sungai Padang Guci.

Mekanismenya ketika matahari naik dipagi hari, kelembaban hutan terangkat kelangit menjadi uap air dan menggantung sebagai awan.  Aliran air ke sungai makin siang makin mengecil, puncaknya tengah hari dan kembali arus air naik menjelang sore, sampai puncak arus sungai tertinggi dimalam hari.

Rupanya beginilah siklus alam jika hutan dan alamnya masih terpelihara dg baik, alam seakan bernafas dg bebas, sungguh baik keseimbangan yg Tuhan ciptakan, bukan main dan bukan main-main.


03215. BERI ULURAN KEHILIR.


Angkutan pedesaan Kijang Kobutri diantrian dpn giliran naik kerakit melalui papan bantuan dan parkir melintang badan rakit, kemudian beberapa sepeda motor baru penumpang. Penghela tali siap, ada yg menarik dari depan dan ada yg mendorong dari belakang,  rakit setapak demi setapak beringsut menuju hulu sungai mendekati pusaran arus air deras dihulu lubuk Padang Guci.

Jumlah mereka tdk sebanyak tadi, sebagian nyebrang sebagai tenaga bantuan utk persiapan menghela tali diseberang. Lama baru sampai dihulu, kemudian aba2 diberikan dan tali tambat berbandul kembali dilempar keseberang sungai, ditangkap dengan sigap penghela tali diseberang.

Rakit hanyut terbawa arus deras kehilir, tali tambat diseberang ditautkan kebatang pohon dan ujungnya ditahan be-ramai2 sambil diulur perlahan mengikuti tarikan aliran air. Rakit hanyut makin kehilir tapi sambil memotong bentangan sungai sampai kesisi seberang, sekarang tinggal mengendalikan posisi rakit agar pas berhenti didermagaan seberang.

Lebih mudah memberi uluran kehilir daripada harus menarik rakit kehulu utk mencapai dermagaan.



03214. TALI ROTAAN.


Ini pengalaman pertama saya naik penyebrangan dialiran air deras, alat dan prosesnya sangat berbeda dg penyebrangan dialiran air tenang, kita lihat rakitnya. Bambu gombong disusun 2 lapis ditengahnya dipasang papan pijakan buat kendaraan, didepan dususun bagian pokok bambu dilubangi dan dipasak sehingga seluruh lapisan bambu menjadi satu bagian lantai.

Kemudian diikat beberapa utas tali rotan yg dipilin dan ditautkan didepan, baru diikatkan pada tali rotan panjaaaang yg teronggok dlm gulungan. Sekarang kita tahu kenapa mereka memakai tali rotan utk menghela rakit, bukan seling baja yg kuat.

Waktu dilempar dari seberang tadi kalau tali baja akan berat dan tenggelam sehingga susah diraih, rakit sudah keburu hanyut kemuara. Tali rotan ringan dan terapung diair mudah diraih.

Sekarang bagaimana operasional penyebrangan trip sebaliknya baik kita tunggu.



03213. PENGHELA TALI.


Benar saja dipenyebrangan  sdh ada 1 angkutan pedesaan dan beberapa motor, blm ada kegiatan dipenyebrangan nanti sekitar jam 9/10 baru bisa nyebrang, sekarang airnya masih cukup deras pak betul airnya deras walaupun dilubuk. Diseberang tebing tanah merahnya cukup tinggi dan curam bekas longsoran, aliran air deras langsung menerjang tebing sebelah sana.

Ada lahan datar tebingnya rendah sekitar 3 meter, ada turunan yg masuk keair sungai  disini rakit tersandar diikatkan kebatang pohon diatas tebing. Kehilir ada pusaran air yg berputar ketepi sebelah sini sedikit dangkal.

Jam 9.30 nakhoda rakit terlihat melakukan pengecekan aliran air, beberapa orang muda dan tegap sdh berhasil berenang menyeberangi sungai kemudian diikuti temannya. kendaraan hanya sepeda motor diturunkan 1/1 kerakit kemudian orang dan barang. Aba2 diberikan dan tali tambat diseberang dilepas dari batang pohon, kemudian ujung tali dg bandulan dilempar keseberang.

Ditangkap dg sigap oleh penghela tali tambat yg sudah siap berderet diseberang sini.
Bersamaan dilemparnya tali tambat, rakit bergerak hanyut kehilir dibawa arus deras, tali tambat yg dicencang 20 orang sdh mengencang.
Sekarang bagian 20 orang penghela tali cencang yg terseret rakit kehilir, mereka melebar kepinggir sungai mencari apa saja yg bisa dibuat tambatan. Ada batang kayu bekas hanyut  nyangkut dipaut, rumpun kaso dirurud dan terahir tanduk mobil yg parkir menunggu giliran nyebrang.

AlhamduliIllah rakit berhenti diujung pusaran air dihilir lubuk, kemudian pelan2 dihela lagi kehulu dg tenaga sisa terseret rakit. Tapi posisi rakit sdh diseberang sini dasar sungainya lebih dangkal dan arus air lebih tenang.
Sampai didermagaan, bukan dermaga betulan kendaraan dan barang diturunkan penumpang ditarik bayaran, 1 trip penyebrangan selesai. Para penghela tali nampak duduk beristirahat sambil merokok menghilangkan penat dan dingin, seluruh rangkaian kegiatan tadi hampir memakan waktu setengah jam.


032112. RUMAH WARUNG.


Disekitar ujung jln banyak material dan peralatan proyek rupanya sedang dibangun jembatan, terlihat ditengah sungai ada pondasi sumuran yg sedang ditanam diatas gosong koral jadi bukan didalam air, memberi kemudahan kpd pekerja.

Sebelum memutuskan utk tidur diwarung rumah saya menilai situasi, rumah dipinggir sungai tapi tebing sungai cukup tinggi sehingga kalau datang air banjir tdk akan sampai kerumah. Lahan dataran rendah terhampar dihilir sungai.

Diseberang jalan berdiri tebing cadas tegak dan cukup tinggi tapi pepohonan dan hutan diatasnya masih utuh, semoga tdk terjadi longsor kalau turun hujan deras. Kalau ada binatang buas masih aman karena tidur dilantai atas, jadi silahkan tidur kawan dan saya merebahkan diri diatas bale2 kayu terbuka, bismilahi rachmanni rahim.

Bangun pagi sekujur badan terasa sakit pertama bekas dibanting kendaraan, selebihnya kurang tidur karena lebih banyak berburu nyamuk dari pada tidur, satu kesalahan prosedur. Tetapi setelah muka kena siraman air sungai yg sejuk dan bening badan terasa sedikit nyaman ditambah dg kopi panas dan pisang goreng, alhamduliIllah.

Selesai sarapan pak Daeng  mengajak berangkat kepenyebrangan biar dpt antrian didepan, jln berputar lagi kearah datang kemaren. Tapi kemudian belok kiri dan jeep masuk ke sungai kemudian naik lagi kedarat masuk belukar berbatu dan ahirnya berhenti dihamparan batu koral bibir sungai.

032111. PENYEBERANGAN PADANG GUCI.


UJUNG JALAN :

Tahun 1982 berangkat ke Bintuhan bersama kontraktor dan stafnya naik jeep baru, mereka dari Bengkulu saya bergabung di Manna, dari kota Manna keselatan jln aspal hanya beberapa kilometer, itupun sdh banyak berlubang selebihnya jln berbatu koral dan batu muka. sampai di Padang Guci hari sdh sore, rakit sdh ditambat tdk ada menyebrangkan lagi, karena aliran air sungai Padang Guci sdh mulai deras lagi.

Rombongan ahirnya istirahat di warung rumah, dibawah warung diatas rumah ujung jln,
sesungguhnya, krn sampai disitu jln terputus oleh sungai Padang Guci. Air sungai sangat bening utk ukuran muara, dari sini kebibir pantai jarakmya paling 1/2 kilometer, tdk ada arus balik air pasang dari laut krn perbedaan tinggi dg permukaan air laut pasang sekitar 5/6 m.

Aliran air cukup deras terlihat dari bekas longsoran bibir tebing sungai yg diterjang air banjir, deretan gosong koral yg ditumbuhi belukar Ali Musa  ditengah sungai bekas sungai berbelok arah waktu banjir. Aliran air sungai hanya menempati sepertiga badan sungai, selebihnya berubah menjadi gosong koral diantara liku2 aliran air.



 

Selasa, 30 September 2014

02142. ANAK SIAPA :


SIAPA PEMILIK PROYEK DIA YANG KENA CAKAR :


Sekali waktu orang kampung bersepedah membawa paha buat apa pak, "buat umpan", rupanya mereka mau pasang jerat Harimau diladangnya, boleh saya minta pak, boleh-boleh, saya ngiris sepotong, dimasak kecap, malam itu makan sama daging paha masak kecap. 

Dibeberapa tempat disekitar proyek orang kampung memasang jerat Harimau, karena peladang sering melihat bekas jejak mereka dan harga kulit Harimau cukup menggiurkan. 

Tukang batu orang Lubuk Linggau, menangkap anak Harimau sedang bermain di reel kereta dibawah proyek, namun dilepas lagi karena induknya mencari-cari, karena diproyek tidak ada kegiatan jadi yang ada hanya penjaga dan dia. 

Tukang batu ini pula yang kabarnya ditangkap sama kepala stasiun Sauh Naga, karena hampir menimbulkan kecelakaan kereta, memakai lori membawa semen curian dari proyek, mau dijual ke orang kampung kepergok kereta barang, untung lori dan semennya sempat dibalikkan keparit. 

Saya baru tahu ada kejadian ini setelah proyek akan selesai dalam obrolan malam bertiga dengan penjaga dan patugas administrasi, tukang batunya sudah lama pulang ke Lubuk Linggau.

0315. SURAT DARI AKE :


Dahulu sekali ketika mamah dan papah kalian belum pada lahir, ake pernah ditugaskan bekerja di beberapa daerah terpencil, diantaranya ke Lampung Utara awal tahun tujuh puluhan, kemudian ketemu nenek dan ake menikah sama nenek, waktu itu nenek masih muda dan cantik kaya si Arra. Karena pekerjaan pertama selesai ake dipindahkan ke Sumatra Selatan, tapi bagian barat daya kecamatan Tebing Tinggi, daerah kabupaten Lahat. 

Nenek ikut pindah ke Tebing Tinggi, naik kereta api tut..tut..tut, tinggal dilosmen Sederhana, tapi pekerjaan ake di Sauh Nago kira-kira lima kilo meter kearah Lahat, tiap hari ake berangkat pagi dan balik sore dari Tebing Tinggi ke Sauh Nago, nenek menunggu di kamar.

Waktu Nenek hanil sama mamah mas Amay, nenek diantar kembali ke Bandung, jadilah ake sendirian di Tebing Tinggi, kemudian ake pindah ke tempat kerja di Sauh Nago, bersama orang-orang kerja.

Karena banyak waktu sendirian maksudnya tidak sama nenek, ake membuat catatan malam, setelah ake pensiun dan mamah papah kalian sudah pada berkeluarga dan punya anak-anak yaitu kalian, ake tinggal berdua lagi sama nenek dirumah, sekarang nenek lagi kerja didapur, ake menulis catatan ini diatas.

Sekarang ake kan sudah kakek-kakek, jadi tidak bisa sering nengok kalian, sebagai gantinya ini ake kirim cerita, biar kalau kalian kangen sama ake bisa baca cerita ake ini. 

Banyak catatan pernah ake kirimkan sama mamah dan papah kalian, waktu mereka  sudah pada sekolah dan pada pinter membaca, tapi banyak juga catatan yang belum ake kirimkan, diantaranya cerita yang ini, jadi ini rahasia kita saja. 

Akan ake bacakan satu-satu sesuai dengan urut-urutan kejadian biar enak, tapi kalian harus pada mandi dulu, ganti baju dan baca dongeng ini sambil ngabuburit. 

02143. TOLOOONG :


SIAPA PEMILIK PROYEK DIA YANG KENA CAKAR :


Menjelang pulang ke Bandung masih sedang disidangkan di Pengadilan Tebing Tinggi,
kasus pengaduan peladang yang kena jerat harimau waktu mau pergi meladang, kaki kirinya kena tali jerat yang terikat  diakar pohon, kaki kanannya kena tali jerat yang tertarik keatas pohon.

Posisi dia mengangkang terangkat keatas dengan pergelangan kaki hampir putus, untung cepat diketahui tetangga ladang sebelum kehabisan suara teriakan, toooollooooong ....... ooooiyy. 

Saya tidak sempat tahu siapa yang pasang jerat disitu dan apa keputusan pengadilan terhadap pelanggaran, penganiayaan atau kecelakaan ini.

02142. PEMILIK PROYEK :


SIAPA PEMILIK PROYEK DIA YANG KENA CAKAR :

Diakhir tahun 1972 pula saya sering mendengar banyak Harimau kena jerat, dibukit sebelah dibawah pemandian dapat satu ekor lumayan besar,  rupanya ini yang sering ngintip waktu kita mandi dimata air. 

Yang paling besar dapat didekat mulut terowongan jalan kereta api, panjangnya hampir mencapai dua meter, tentu harga kulitnya sangat mahal.

Orang kampong tergopoh-gopoh minta tolong kepada polisi, temannya sewaktu memeriksa jerat menemukan Harimau sedang mencengkeram batang pohon, saat didekati Harimau itu menerkam temannya.

Luka parah dicabik-cabik cakar Harimau, rupanya tali jerat kaki depan meleset yang berfungsi baik hanya tali jerat kaki belakang, ketika kaki belakang tertarik keatas pohon, kedua kaki depan Harimau sempat mencengkram batang pohon. 

Saat pemilik "proyek jerat" datang mengontrol, kedua kaki depan Harimau bebas pula mencakar, "siapa pemilik proyek jerat dia yang kena cakar".

Secara teknis tali jerat seling baja diameter lima mili meter seharusnya menjerat kaki depan dan belakang,  terserah mau sepasang atau sebelah sudah aman, rupanya posisi Harimau yang salah, hanya kaki belakang yang kena. 

Akhirnya Harimau mati diberondong peluru polisi sehingga kulitnya tidak laku dijual, pimpronya luka parah masuk rumah sakit, sangat berbahaya dan sia-sia menyakiti Harimau.   

Kamis, 31 Juli 2014

03133. PERIKSA JERATAN :


BURUNG PUYUH BAKAR RICA :


Buat dulu kandang untuk menampung burung puyuh hasil jeratan, jeratan tadi sudah dipasang 10 buah, 5 kejalur pemandian, 5 lagi kejalur jalan kereta api. 

Setiap pagi sambil kepemandian jangan lupa memeriksa jerat, kemudian sore hari sebelum ashar. 

Setelah dapat jangan lupa jerat dipasang seperti semula, burung puyuh, kadang dapat burung ayam-ayaman hasil jeratan disimpan dikandang yang telah disediakan.

Jika nasi liwet dikastrol apinya atau kayu bakarnya sudah ditarik agar apinya kecil, tinggal baranya saja yang mematangkan nasi liwet, kita ambil seekor burung puyuh, kemudian disembelih, jangan lupa Bismilahhi tawakaltu ilaAllah, la Ilaha ilaLlahu, Allahu Akbar. 

Dibului, dibelah dadanya dikeluarkan usus dan ampelanya, hatinya biar melekat saja, ampelanya dibelah dikeluarkan sisa makannannya, dicuci, disekitar dada dan pahanya diiris supaya bumbu meresap, diberi asam garam kunir bawang rica dan kecap.

Diujung dada yang terbelah ditusukan bambu belah kecil dari arah dalam, kemudian bambu ditumpangkan diatas punggung dan ditusukan lagi diujung dada yang satunya. 

Sekarang kedua kakinya diputar sampai mengarah keatas punggung dan diatas bambu, kedua sayap direntangkan dan menjepit ujung kaki masing-masing. 

Sekarang burung puyuh sudah betul-betul terpanggang bambu, tinggal dibakar diatas bara api sisa nasi liwet tadi.

Jika sudah harum dibalik dan diberi bumbu lagi sampai matang, kalau suka bisa buat sambal kecap dengan cabe rawit, tomat dan jeruk limau, nasi liwet panas, burung puyuh bakar rica, dengan sambal kecap. 

Jangan lupa makannya pelan-pelan, burung puyuh juga ada pahanya, ada sayapnya, ati dan ampelanya, pokoknya lengkap sama seperti ayam bakar dan bisa menghabiskan sepiring nasi liwet, Alhamdulillah.

03132. PASANG JERAT :


BURUNG PUYUH BAKAR RICA :


Setelah survey jalur jalan burung puyuh selesai, dapat berapa lorong tadi dijalur proyek ke tempat pemandian. Harus teliti karena jalurnya kecil dan tidak bisa membedakan mana jalur burung puyuh, mana jalur tikus. 

Sekarang dicari batang kirinyuh  atau harendong  yang lurus, yang dekat dengan lorong jalur jalan burung puyuh tadi, pangkas dahan-dahannya dan ikatkan benang bekas jahitan semen Padang diujung tangkai kirinyuh. 

Diujung benang yang lain dibuat ikatan kolor yang bisa melorot, besar diameter kolor 5 cm diatas kolor tadi, diikatkan sebatang lidi panjang 5 cm, tapi ikatan lidi ini harus pada posisi 1 cm dari ujung yang 1 cm dan 4 cm keujung yang lain.

Ukuran panjang benang bekas benang jahitan kantong semen sudah pas, rupanya pabrik semen Padang sudah mengukur panjang benang pas untuk senjata pengawas proyek, yang lagi nganggur. 

Sekarang dilantai semak dijalur jalan burung atau tikus, kita belum tahu siapa yang mau lewat, dipasang 4 buah lidi panjang masing-masing 2 buah 20 cm dan 2 buah lagi 5 cm, jangan meleset ada pengawas proyek.

Jarak antar lidi 5 cm jadi lahan jerat seluas 5 cm2, kaya lapangan bola tapi kecil, tapi terletak dalam badan jalan burung puyuh. 

Dimulut jalan yang diperkirakan burung puyuh datang dari arah semak belukar menuju air, sudah dipasang lidi panjang masing2 20 cm tadi, dipasang rapat 1 lidi tapi lidi ini dibuat seperti tiang gawang sepak bola, dengan ukuran tinggi 1 cm, lebar 5 cm, setelah tertancap ketanah.

Sekarang tinggal memasang jerat secara lengkap, ya tinggal menarik tangkai kirinyuh dan benang kolornya dimasukan melalui kolong tiang gawang kemudian kolor tadi dimasukan mengelilingi lidi bujur sangkar. 

Tahan agar benang tetap tegang sehingga tidak lepas dari lingkaran, kita lihat lidi 5 cm tergantung sedikit diatas tiang gawang.

Ujung yang 1 cm dikaitkan keambang bawah gawang, yang 4 cmnya disebelah atas ditahan pake lidi lagi dengan panjang 6 cm. 

Posisinya 3 cm diatas tanah, atau seukuran tinggi dada burung puyuh kalau lagi jalan. 

Sekarang lepas tangkai kirinyuh pelan-pelan, tali jerat akan diam, untuk final testnya, letakan 1 jari tangan kiri ditengah-tengah lapang bola bujur sangkar.

Kemudian 2 jari tangan kanan pura-pura kaki burung puyuh melangkah dan menabrak lidi 6 senti meter diatas gawang, lidi jatuh dan jari tangan kiri terjerat, test ok.

Dimana burung puyuh bakar ricanya. 

03131. SURVEY LOKASI :


BURUNG PUYUH BAKAR RICA :

Menu harian, ikan teri goreng dicampur kacang tanah digoreng juga, menu utamanya telor dadar, kalau lagi ada ayam betina yang bertelor disangkar. 

Kadang mereka nakal, ayam betina peliharaan sering bertelor dirumpun alang-alang, jadi tidak ketemu telornya tahu-tahu sudah datang bawa anakan keluar dari rumpun alang-alang, dasar ayam betina pintar. 

Sebagai gantinya dicarikan menu alternativ, burung Puyuh bakar rica, ini menu khusus pengawas proyek, burung puyuhnya dari mana, begini ceritanya. 

Barak kerja ada di puncak bukit dipinggir jalan profinsi, di sekeliling bukit itu dipenuhi padang alang-alang dengan gerombol tanaman perdu, ada juga pohon jengkol, mungkin tadinya bekas perladangan.

Setelah tanahnya tandus, tanah disini berpasir dan koral berwarna merah, peladangnya pindah kelahan yang masih subur dan tanahnya gembur, jadi lahan ini ditinggalkan begitu saja. 

Ada dua jalur jalan tikus, yang satu jalur ke pemandian dimata air, posisinya ada diseberang jalan. Yang kedua jalur ke jalan kereta api terus ke mata air juga dibawah jalan kereta api, ini jalan langsung dari pinggir barak kerja. 

Jalan tikus ini penting, selain dipakai jalan orang lewat, juga dipakai binatang semak lewat, seperti burung ayam-ayaman, burung puyuh, tikus juga, sama, mereka juga mau ke mata air mencari minum di pagi dan sore hari. 

Kalau kita perhatikan sambil jongkok dibawah kerimbunan semak dan alang-alang itu, sebenarnya ada jalur-jalur jalan kecil seukuran bola tenis memanjang seperti terowongan, ditanahnya banyak bekas-bekas pijakan binatang kecil tentunya. 

Nah kalau kita sudah ketemu dan tahu lorong jalur jalan binatangnya, kapan-kapan mereka akan lewat lagi kesitu,  suaranya sudah sering kita dengar, Wiik...wiik...wiik... wiik.wiik.wiik sambil terbang.

Lorong jalur jalannya sudah ketemu, bagaimana menangkapnya.

0312. KURA-KURA ASAM GARAM :



Kegiatan proyek hampir terhenti setelah pekerjaan mencapai prestasi angsuran, rupanya pemborong pribumi sudah kehabisan sumber daya untak itu, dan sekarang tinggal menunggu pembayaran dana angsuran dari  bowhier, kami yang bertugas dilapangan hanya sebatas memberi peringatan. 

Para pekerja dan mandornya pada pulang ke daerannya masing-masing, kebanyakan dari Lubuk Linggau orang Jawa transmigrasi. Pelaksana sudah pulang duluan ke Palembang setor Berita Acara Angsuran kepada bossnya, berbekal uang saku yang pas-pasan sisa dikirim ke istri yang lagi hamil di Bandung.

Saya tidak bisa lagi tinggal di Losmen  Sederhana Tebing Tinggi, jadi tinggal diproyek kira-kira lima kilometer kearah Lahat tepatnya daerah perbukitan sebelum dusun Sauh Naga, bertiga dengan petugas administrasi dan penjaga.

Bedanya disini saya harus belanja untuk tiga orang, beli beras, ikan teri, kacang tanah minyak goreng dan kecap. Sayuran kadang ada orang kampong yang pulang dari ladang mampir sambil istirahat, apa ini pak, "oh itu umbut rotan", bagaimana masaknya pak, "dibakar, dimakan sama sambel terasi", boleh saya coba, "boleh-boleh ambil saja", terima kasih.

Kalau malam terang bulan saya bertiga ngeluyur ke ladang, mencari ikan diselokan dan kodok, "pak ini saya tadi pasang bubu malah dapat kura-kura", mana pak, oh besar sekali, "iya ikan dibubu habis dimakannya, kalau mau bawa saja pak", terima kasih. Pulang ke proyek suka ria menjunjung kura-kura sebesar tampah, sampai tengah malam masih sibuk "meuncit"  kura-kura yang lehernya tidak mau nongol keluar.

Setelah dicacah menjadi daging kecil-kecil dan diberi asam garam, dimasukkan penggorengan, daging yang sudah dicacah sejak dipotong, dicuci, sampai dimasukan ke minyak panas diwajan tetap saja kelojotan , dan tidak kunjung kering, menjelang dini hari baru mau diam dan agak kering pinggir-pinggirnya dan ternyata sudah empuk dan enak dimakan.

03111. SENJA DI SAUH NAGA :


SENANDUNG TENGAH MALAM :


Akhir bulan Mei 1972 ake ditugaskan mengawasi proyek didaerah kecamatan Tebing Tinggi Sumatra Selatan, tepatnya di daerah dusun Sauh Naga lima kilo meter sebelum kota Tebing Tinggi kalau kita datang dari arah Lahat. 

Bukitnya hanya tiga meter diatas jalan profinsi yang masih tanah ditabur batu atau kayu ini, atau kayu yang membatu, diapit jalan kereta api Palembang Lubuk Linggau posisi jalan raya diatas jalan kereta api karena itu sebelum masuk areal proyek ada jembatan jalan raya diatas jalan kereta api. 

Ketinggian jalan kereta api sudah yang paling tinggi disini, jadi kearah Tebing Tinggi kereta tinggal menurun dan masuk terowongan yang panjangnya sekira tiga ratus meter, sebaliknya kalau kearah lahat juga tinggal menurun lewat stasiun Sauh Naga. 

Sepanjang mata memandang bukit dan lembah padang alang-alang yang diselingi gerombol pepohonan dan semak belukar, dipagi dan sore hari udara terasa nyaman, turun kepemandian diiringi suara ouw, ouw, ouw, ouw,ouw,ouw,ouw, bergantian.

Siamang menyajikan senandung padang alang-alang, terdengar riuh dikejauhan, burung perkutut manggung diranting-ranting  pohon dibibir tebing yang tinggi.

Burung puyuh bersahutan sambil terbang dan berkejaran dirumpun alang-alang, wiik wiik wiik,...wiik, ..wiik, wiik, wiik.

03112. SENANDUNG MALAM :


SENANDUNG TENGAH MALAM :


Malam hari gelap dan senyap para pekerja sudah pada tidur dibedeng, kepayahan setelah bekerja seharian, bara api bekas berdiang dan minum kopi malam masih merah membara diujung tungku.

Angin dingin bertiup kencang disertai gerimis, tak lama kemudian turun hujan, menambah sepi malam. 

Memasuki tengah malam hujan  masih belum reda, dari kejauhan terdengan sayup-sayup suara sesuatu, cuk..kucuk,  cuk.kucuk, cuk..kucuk,  cukkucukkucukkucuk,  cuk..kucuk,  cuk.. kucuk, cuk..kucuk,  cukkucukkucukkucuk.

Rupanya kereta barang yang ditarik loko uap baru lepas  terowongan, sedang menanjak menemui rel kereta yang basah ditimpa hujan semalaman, kadang menapak pelan, cuk..kucuk, cuk..kucuk, cuk..kucuk, kemudian terpeleset,  cukkucukkucukkucuk. Menapak lagi pelan, cuk..kucuk, cuk..kucuk, cuk..kucuk.

Mungkin masinis dan juru api sedang sibuk menghela kereta, yang lain hujan hujannan menabur pasir diatas rel yang basah, kadang lewat tengah malam baru bisa lepas meluncur ke stasiun Sauh Naga. 

Kalau kereta loko diesel Sindang Marga tidak terdengar seperti itu, tahu-tahu sudah berhenti kehabisan tenaga dibawah jembatan jalan raya, dan mundur kembali ke stasiun Sauh Naga, mengambil ancang-ancang.

Sama seperti kereta loko diesel Kruup Bandung Ciwidey di tahun 1960an, lewat stasiun Soreang mulai menanjak dan mau masuk halteu Warung Jambu Cisondari, mati habis tenaga, mundur lagi sampai halteu Citaliktik.
 Kemudian ancang-ancang lagi, bisa dua tiga kali baru berhasil masuk halteu Warung Jambu Cisondari, dan terus ke stasiun Ciwidey.   

KEMBARA :


JALAN PANJANG KEHIDUPAN :

Bismilahi rachman ni rachim.

Diawal perjalanan penuh semangat dan keingin tahuan,
tentang alam dan lingkungan,
tentang orang,
adat dan kebiasaan,
dan kehidupan.

Dipertengahaan,
jalan panjang
kehidupan,
ada pengalaman,
dan kebanggaan.

Dipenghujung jalan,
ada kegamangan,
akan tujuan,
dan keluarga,
yg ditinggalkan,

Dipenantian kehidupan,
ada penggantian,
segala doa dikabulkan,
dan kebahagian,
dan anak cucu sekalian,

Sungguh,
tidak ada kehidupan,
yang Engkau sia-siakan,
dan yang Engkau lewat catatkan,
dan segala dosa,  mohon Engkau ampunkan,
in sya Allah.

Bandung 3 Syawal 1435 H