Kamis, 31 Juli 2014
03131. SURVEY LOKASI :
BURUNG PUYUH BAKAR RICA :
Menu harian, ikan teri goreng dicampur kacang tanah digoreng juga, menu utamanya telor dadar, kalau lagi ada ayam betina yang bertelor disangkar.
Kadang mereka nakal, ayam betina peliharaan sering bertelor dirumpun alang-alang, jadi tidak ketemu telornya tahu-tahu sudah datang bawa anakan keluar dari rumpun alang-alang, dasar ayam betina pintar.
Sebagai gantinya dicarikan menu alternativ, burung Puyuh bakar rica, ini menu khusus pengawas proyek, burung puyuhnya dari mana, begini ceritanya.
Barak kerja ada di puncak bukit dipinggir jalan profinsi, di sekeliling bukit itu dipenuhi padang alang-alang dengan gerombol tanaman perdu, ada juga pohon jengkol, mungkin tadinya bekas perladangan.
Setelah tanahnya tandus, tanah disini berpasir dan koral berwarna merah, peladangnya pindah kelahan yang masih subur dan tanahnya gembur, jadi lahan ini ditinggalkan begitu saja.
Ada dua jalur jalan tikus, yang satu jalur ke pemandian dimata air, posisinya ada diseberang jalan. Yang kedua jalur ke jalan kereta api terus ke mata air juga dibawah jalan kereta api, ini jalan langsung dari pinggir barak kerja.
Jalan tikus ini penting, selain dipakai jalan orang lewat, juga dipakai binatang semak lewat, seperti burung ayam-ayaman, burung puyuh, tikus juga, sama, mereka juga mau ke mata air mencari minum di pagi dan sore hari.
Kalau kita perhatikan sambil jongkok dibawah kerimbunan semak dan alang-alang itu, sebenarnya ada jalur-jalur jalan kecil seukuran bola tenis memanjang seperti terowongan, ditanahnya banyak bekas-bekas pijakan binatang kecil tentunya.
Nah kalau kita sudah ketemu dan tahu lorong jalur jalan binatangnya, kapan-kapan mereka akan lewat lagi kesitu, suaranya sudah sering kita dengar, Wiik...wiik...wiik... wiik.wiik.wiik sambil terbang.
Lorong jalur jalannya sudah ketemu, bagaimana menangkapnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar