Kamis, 05 Oktober 2017

0323. SILET.



Memasuki musim kemarau berangkat ke Bintuhan lebih sering naik sepeda motor Yamaha DT.100 dengan plat nomor Jakarta, lebih cepat dijalan karena tidak menunggu dipenyebrangan, kita punya dua pilihan kalau rakit besar sedang diseberang bisa naik rakit kecil langsung nyeberang.

Sampai di Padang Guci langsung turun didasar kali yang berbatu aliran airnya sudah kecil, aliran yang besarnya sudah dipindahkan kesebelah seberang karena pembuatan sumuran sudah masuk pilar tengah.

Sampai di sepertiga sungai terahir sudah nunggu rakit bamboo kecil muat untuk sepeda motor, pengendara harus tetap duduk disadel sambil kedua kaki mengangkang sebagai setandar tambahan.

Aliran air sungai Padang Guci lebih kecil dari musim hujan sehingga rakit besar untuk kendaraan roda empat juga sudah pindah lokasi kesisi calon jembatan dihulu, jumlah penghela tali tambat jauh berkurang dan proses menghulu dan menghanyut rakit jadi lebih pendek.

Dipenyebrangan sungai Kinal sama sepeda motor punya dua pilihan rakit besar dan rakit kecil, sedangkan di sungai Kinal Kecil ( lebih tepatnya laguna ) yang dipengaruhi pasang surut dan dasar sungai pasir dalamnya setinggi paha, speda motor bisa dipacu lewat air, kecuali sedang pasang besar terpaksa harus naik rakit kecil lagi.

Biasanya pergi ke Bintuhan cukup waktu untuk pulang pergi tidak perlu nginap, suatu kali ada perampokan ditengah jalan antara penyebrangan sungai Padang Guci dan sungai Kinal.

Berdaharawan yang membawa gaji dan honor Guru-guru Kaur Selatan dicegat garong bersenjata api, uang ludes orangnya terluka tergeletak dijalan sampai ditemukan orang lewat, garongnya kabur kehutan lewat tangga menaiki tebing.

Di losmen Sederhana kota Manna saya melihat dus bekas merk Pindad yang tegeletak ditempat sampah, kelihatannya bekas senjata api pistol, saya sempat benbincang dengan anggota TEKAB dari Jakarta ( orang Sunda ), yang mengejar garong.

Dalam perjalanan pulang dari Bintuhan lepas penyebrangan sungai Kinal  ditengah jalan ketemu bapak Kapolsek Kaur Tengan, sepeda motornya mogok diketeduhan gerombol pepohonan diantara dua padang alang-alang yang sepi, kenapa pak, saya kenal orangnya suka nginap di losmen Sederhana, motor saya mogok nih, dengan logat Bataknya, aduh saya tidak tahu perbaiki motor pak jawab saya,  yaaah tak apa-apa pokoknya temenin saya, ( sambil menggigit bibir dan kepalanya tengak tengok )  sampai ada kendaraan lewat.

Memangnya kenapa pak, dia mendekat dan berbisik, saya takut garong ,  aaaaah bapak polisi pistol dipinggang kok takut garong, ( saya tertawa tertahan ), diransel gendong, saya tidak bawa silet-silet acan pak, aaah sudah pokoknya tunggu, iyaah……. iyah.

Tak berapa lama datang angkutan pedesaan kijang kobutri sarat muatan dan saya pamitan sama pak Kapolsek. Belakangan kalau ketemu saya beliau angkat tangan dan senyum tipis. Ternyata ketakutan bukan hanya milik orang kecil tetapi bisa menghinggapi siapa saja, atau barangkali menyelinap dihati yang kecil.

Walaupun saya sering bolak balik Manna Bintuhan pakai speda motor sendirian, alhamdulillah saya tidak ketemu dengan garong mungkin karena saya tidak pernah bawa duit banyak, atau mungkin juga karena saya tidak pernah bilang siapapun kalau mau pergi atau pulang Bintuhan Manna, wallahualam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar