Suatu hari datang sohabat menghadap rasul, "ya rasul, putuskanlah perkaraku secara adil", apa gerangan perkaramu.
"Bapakku tlh mencuri, maka potonglah tangannya", panggil bapakmu. Datang orang tua renta, jalannya ter-tatih2, dg muka pucat menghadap rasul.
Tahukah bpk kenapa dipanggil kesini, "tdk tahu ya rasul", apakah benar bpk tlh mencuri harta anakmu, "betul ya rasul", kalau begitu aku harus memotong tanganmu.
"Nanti ya rasul", "dahulu ketika tenagaku kuat, pikiranku masih pintar, saya gunakan utk membesarkan, melindungi dan mengajari anakku yg lemah lagi bodoh.
Sekarang aku tinggal serumah dg anaku, yg kuat kaya lagi pintar, tetapi anaku tdk memberi makan, melindungi dan mengajariku, yg tua, lemah lagi bodoh, sehingga aku terpaksa mencurinya agar dpt makan.
Nabi menangis, merangkul orang tua itu, saudagar muda, kekayaanmu, kekuatanmu dan kepintaranmu, adalah milik bapakmu. Tanpa bapakmu, engkau akan tetap tinggal jadi anak yg lemah lagi bodoh.
Khatib manangis, jemaah menangis, semua menangis.
Ceramahnya bagus utk disampaikan di Jember "Jawa Tengah", krn orang2 kota sdh mudik sampai dikampungnya masing2, sehingga selesai sembahyang Ied langsung menemui Orang tuanya.
Lha yg sembahyang Ied di lapangan Entrof ini, mayoritas pendatang yg tdk dpt mudik, banjir air mata tak tertahankan, mengalahkan debur ombak di pantai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar