Kamis, 31 Juli 2014
03111. SENJA DI SAUH NAGA :
SENANDUNG TENGAH MALAM :
Akhir bulan Mei 1972 ake ditugaskan mengawasi proyek didaerah kecamatan Tebing Tinggi Sumatra Selatan, tepatnya di daerah dusun Sauh Naga lima kilo meter sebelum kota Tebing Tinggi kalau kita datang dari arah Lahat.
Bukitnya hanya tiga meter diatas jalan profinsi yang masih tanah ditabur batu atau kayu ini, atau kayu yang membatu, diapit jalan kereta api Palembang Lubuk Linggau posisi jalan raya diatas jalan kereta api karena itu sebelum masuk areal proyek ada jembatan jalan raya diatas jalan kereta api.
Ketinggian jalan kereta api sudah yang paling tinggi disini, jadi kearah Tebing Tinggi kereta tinggal menurun dan masuk terowongan yang panjangnya sekira tiga ratus meter, sebaliknya kalau kearah lahat juga tinggal menurun lewat stasiun Sauh Naga.
Sepanjang mata memandang bukit dan lembah padang alang-alang yang diselingi gerombol pepohonan dan semak belukar, dipagi dan sore hari udara terasa nyaman, turun kepemandian diiringi suara ouw, ouw, ouw, ouw,ouw,ouw,ouw, bergantian.
Siamang menyajikan senandung padang alang-alang, terdengar riuh dikejauhan, burung perkutut manggung diranting-ranting pohon dibibir tebing yang tinggi.
Burung puyuh bersahutan sambil terbang dan berkejaran dirumpun alang-alang, wiik wiik wiik,...wiik, ..wiik, wiik, wiik.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Yaa Allah, semoga Engkau senantiasa melimpahi kesehatan dan kelapangan dan kesempatan utk menelusuri jejak jalan panjang kehidupan, Allahhuakbar.
BalasHapus